Pentingnya Mengenal Logical Fallacy dalam Dunia Kerja

By Tugu Insurance published at 06 July 2021
Read 13999 times
Pentingnya Mengenal Logical Fallacy dalam Dunia Kerja

Smart People, pernahkah kamu mendengar tentang logical fallacy atau sesat berpikir? Dari segi Bahasa, kata fallacy berasal dari Bahasa Latin, fallacia yang berarti deception atau dalam Bahasa Indonesia berarti tipu muslihat. Sederhananya, logical fallacy merupakan kesalahan logika berpikir seseorang yang diakibatkan penyampaian argumen yang salah atau bertele-tele. Logical fallacy kerap terjadi dalam diskusi sehari-hari, termasuk dalam dunia kerja.

Saat menjalani pekerjaan, ada saatnya kamu perlu mempertimbangkan banyak hal untuk mengambil keputusan. Karena itulah, penting untukmu memahami logical fallacy di dunia kerja. Kamu perlu dapat mengidentifikasi apakah suatu argumen mengandung logical fallacy atau tidak, sehingga kamu tidak terjebak tipu muslihat dan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat atas permasalahan yang kamu hadapi. Untuk dapat lebih memahami seperti apa logical fallacy di dunia kerja, berikut ini ada beberapa bentuk logical fallacy yang biasa terjadi di dunia kerja.

 

Hasty Generalization

Hasty Generalization adalah cara berpikir yang cenderung menggeneralisasi keadaan. Biasanya, kesalahan berpikir seperti ini terjadi ketika seseorang mengambil keputusan secara tergesa-gesa tanpa memiliki data yang memadai. Contohnya, seseorang yang beranggapan bahwa orang Bali itu langsing hanya karena ia memiliki beberapa teman asal Bali yang bertubuh langsing.

Dalam dunia kerja, Hasty Generalization kerap terjadi. Misalnya, seorang karyawan mengusulkan dalam sebuah rapat agar perusahaan meluncurkan produk baru, karena berdasarkan riset di internet produk tersebut dibutuhkan masyarakat. Padahal, riset via internet hanyalah sebuah langkah kecil yang masih harus diperkuat lagi dengan data-data dari sumber lainnya. Tanpa pengumpulan data yang cukup, keputusan meluncurkan produk baru akhirnya hanya akan membuat perusahaan merugi akibat aneka kondisi yang tidak diperhitungkan sebelumnya.

 

Red Herring

Saat berdiskusi dengan rekan kerja, kadang ada orang yang kerap menyampaikan argumen yang tidak relevan dengan topik yang sedang dibahas. Tujuannya adalah mengalihkan pembicaraan pada topik lain yang menurutnya lebih penting. Logical fallacy seperti inilah yang disebut dengan Red Herring. Contohnya, red herring terjadi saat atasan menegur seorang karyawan karena dianggap telah melakukan kesalahan dalam pekerjaan. Alih-alih memberikan penjelasan atas kesalahan yang dilakukan, ia justru memberikan alasan yang bertele-tele, tidak fokus pada permasalahan, bahkan berusaha menggiring pembicaraan pada topik lain agar kesalahan tersebut tidak dibahas lebih lanjut. Sebagai professional, kamu perlu menghindari sikap seperti ini, ya, Smart People. Jadilah pribadi bertanggung jawab yang mampu menyelesaikan permasalahan hingga tuntas, tanpa mengalihkan  perhatian atau malah melimpahkan kesalahan pada orang lain.

 

Burden of Proof

Logical Fallacy di dunia kerja yang satu ini terjadi ketika seseorang mengeluarkan suatu pernyataan, tapi justru orang lain yang diminta membuktikan perkataan tersebut. Hal seperti ini biasanya terjadi karena adanya kompetisi di lingkungan kerja, sehingga seorang karyawan mencoba menjatuhkan rekan kerjanya dengan melemparkan tuduhan yang sebenarnya tidak dilakukan oleh rekan kerjanya tersebut.

 

Appeal To Authority

Budaya dan kebiasaan sehari-hari mengajarkan kita untuk patuh pada perkataan orang yang lebih tua atau orang yang dihormati. Padahal, tidak semua perkataan orang tersebut benar, lho. Situasi inilah yang juga sering menyebabkan logical fallacy di dunia kerja. Secara alamiah, kita akan percaya terhadap pandangan yang dikemukakan oleh atasan atau rekan kerja yang lebih senior tanpa mempertimbangkan kebenaran atau kesalahannya.

Logical Fallacy juga bisa terjadi antara kamu dan rekan bisnismu. Misalnya saja, manipulatif kata-kata bisa memicu adanya penipuan dalam bekerjasama. Untuk itu, tanggapilah secara logis dan bersikaplah proaktif jika kamu menerima informasi yang bertentangan dengan kebenaran. 

Smart People, itulah beberapa macam logical fallacy yang terjadi di dunia kerja. Ternyata di luar sana banyak juga orang-orang yang menggunakan logika dengan tidak semestinya. Dengan memahami macam-macam logical fallacy di dunia kerja, semoga kamu mampu bersikap kritis terhadap setiap  informasi yang kamu terima.

Nah untuk menghindari kerugian yang mungkin terjadi karena logical fallacy dalam dunia kerja, kamu bisa menggunakan layanan produk  Fidelity Guarantee dari Tugu Insurance. Fidelity Guarantee akan berikan ganti rugi terhadap kehilangan berupa uang, cek, saham dan harta benda yang diakibatkan oleh ketidakjujuran atau kecurangan yang dilakukan secara perorangan maupun dengan persekongkolan dengan pihak lain sampai jumlah tertentu. Tetap kritis terhadap setiap informasi yang kamu terima, dan jangan lupa untuk lindungi rekan-rekan kantor dari taktik Logical Fallacy dengan share artikel ini dan follow semua social media Tugu Insurance agar kamu tidak ketinggalan info menarik!

FB : @tuguinsurance

IG : @tuguinsurance

TW : @tuguinsurance

 

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.