Sumber energi di Indonesia sangat melimpah. Sumbernya pun beragam, mulai dari batu bara hingga tenaga angin. Lapisan natural Indonesia pun menyimpan sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, yakni gas alam.
Bahan bakar fosil ini ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi, dan tambang batu bara. Potensi gas alam cukup luas, mau tahu apa saja? Ini penjelasan manfaat dan jenis gas alam!
Manfaat dan Jenis-jenis Gas Alam
Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang vital. Perusahaan sampai rumah tangga memperoleh manfaat darinya. Saking banyaknya keuntungan yang diberikan, manfaat gas alam dibagi menjadi tiga kategori, yakni sebagai bahan bakar, bahan baku, dan komoditas energi untuk ekspor. Variasi kegunaan gas bumi dapat dilihat berdasarkan jenisnya sebagai berikut.
1. LNG
Merupakan singkatan dari liquefied natural gas, LNG adalah gas metana. LNG memiliki komposisi 90 persen metana (CH4) yang dicairkan pada tekanan atmosferik dan suhu -163 derajat Celcius. Sebelum dicairkan, gas perlu menjalani proses pemurnian dengan tujuan menghilangkan kandungan senyawa yang tidak diharapkan, seperti CO2, H20, H2S, Hg, dan hidrokarbon berat.
Setelah proses tersebut, volume gas menjadi 600 kali lebih kecil. Penyusutan ini membuat LNG jadi mudah ditransportasikan dalam jumlah lebih banyak. Transportasi LNG dilakukan menggunakan kapal menuju terminal LNG dengan disimpan dalam tangki yang memiliki tekanan atmosferik. Lalu, LNG kembali dikonversi menjadi gas dan disalurkan lewat sistem transmisi.
Kegunaan LNG dirasakan oleh bisnis dan rumah tangga. Bagi rumah tangga, manfaat LNG antara lain untuk memasak, menghasilkan listrik, dan menghangatkan rumah. Sementara itu, pemakaian komersial gas alam ini beragam, seperti untuk pembangkit listrik, penghangat, serta produksi barang seperti pupuk, cat, dan obat-obatan. LNG juga kerap digunakan sebagai bahan bakar alat berat.
2. LPG
Jenis gas alam ini mungkin lebih akrab di telinga kamu. LPG merupakan liquefied petroleum gas, yang hadir sebagai solusi masalah pengangkutan ke konsumen. Sebab, volume LPG jauh lebih kecil dibandingkan volume gasnya.
LPG harus disimpan dalam tangki yang memiliki tekanan (pressurized tank) agar bentuknya tetap cair dalam suhu kamar. Ini membuat LPG praktis digunakan untuk menyalakan kompor. Selain untuk menyalakan kompor, elpiji juga bisa dipakai sebagai bahan bakar untuk mengelas hingga menjadi pengganti freon pendingin ruangan (AC).
Lantas, apa itu LPG sebenarnya? Beberapa orang belum memahami perbedaan LPG dan LNG. Dilihat dari komponen utama pencairan, LPG dicairkan dengan komponen utama propana (C3H8) dan butana (C4H10). Berbeda dengan itu, LNG memiliki komposisi 90 persen metana.
LPG diperoleh dari penyulingan minyak mentah atau kondensasi gas bumi dalam kilang pengolahan gas bumi. Sementara, LNG berasal dari kilang LNG. Ada tiga kilang LNG yang beroperasi di Indonesia, yaitu Kilang LNG Badak, Kilang LNG Tangguh, serta kilang LNG Donggi-Senoro.
3. CNG
Sesuai namanya, Compressed Natural Gas adalah gas alam yang dimampatkan pada tekanan tinggi. Sebagai hasil dari kompres tersebut, volumenya menjadi sekitar 1/250 dari volume gas bumi dalam keadaan biasa. Tekanan pemampatan CNG dapat mencapai 250 bar pada suhu atmosferik.
Pemampatan gas alam menjadi CNG dilakukan agar gas yang ditransportasikan lebih banyak per satuan volume vessel. Syarat komposisi gas bumi yang dikirim ke konsumen melalui CNG adalah harus sudah memenuhi spesifikasi gas komersial, di antaranya batasan maksimum kandungan air, CO2, dan hidrokarbon berat. Keadaan penyimpanan gas dalam tekanan tinggi pun mendorong perlunya batasan ketat terhadap kandungan air dan hidrokarbon berat demi mencegah terjadinya kondensasi dan pembentukan hidrat.
Sebagai penyedia asuransi umum, Tugu Insurance menghadirkan salah satu produk asuransi korporasi yang dapat memberikan perlindungan pada perusahaan yang bergerak di bidang energi. Produk tersebut adalah Asuransi Energi Tugu Insurance, yang tersedia untuk manajemen risiko aktivitas operasional di bidang industri energi. Lihat selengkapnya di sini.

