EmitenNews.com – Perhatian terhadap kualitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menanjak. Kehadiran skema Liquidity Provider (LP) mulai menjadi salah satu instrumen yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi pasar. Sejumlah emiten kini mulai memanfaatkan fasilitas tersebut, termasuk Asuransi Tugu Pratama Indonesia (TUGU).
Likuiditas menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan investor ketika memilih saham di pasar modal. Tidak hanya soal fundamental perusahaan, kemudahan transaksi dan efisiensi pembentukan harga juga menjadi faktor yang memengaruhi kenyamanan investor dalam bertransaksi.
Konsep LP sendiri bukan merupakan mekanisme baru di pasar modal global. Di Indonesia, skema tersebut telah mendapatkan landasan dan dukungan resmi dari Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur pasar serta meningkatkan likuiditas perdagangan.
Salah satu manfaat utama LP adalah membantu mengatasi persoalan bid-ask spread yang terlalu lebar. Dalam beberapa saham dengan likuiditas yang relatif terbatas, selisih antara harga penawaran beli dan jual terkadang cukup besar sehingga membuat investor kesulitan memperoleh harga yang optimal.
Selain itu, LP juga dinilai dapat membantu proses pembentukan harga (price discovery) menjadi lebih efisien. Ketika terdapat kuotasi yang lebih aktif di pasar, harga saham cenderung dapat mencerminkan kondisi fundamental perusahaan dengan lebih baik.
Analis Leonardo Lijuwardi dari NH Korindo Sekuritas Indonesia menilai keberadaan LP pada saham TUGU dapat menjadi sentimen positif bagi kualitas perdagangan saham perseroan. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi membuat pergerakan harga menjadi lebih efisien.
“Harapannya dengan adanya LP pada saham TUGU, pricing gap atau kesenjangan harga dapat semakin mengecil sehingga investor memperoleh harga yang lebih kompetitif dan proses transaksi menjadi lebih nyaman,” ujar Leo.
Ia menambahkan bahwa secara fundamental TUGU sendiri termasuk emiten yang memiliki kinerja baik. Selain itu, karakteristik TUGU juga dinilai menarik karena memiliki profil sebagai saham dividend play yang selama ini cukup diperhatikan investor.
Jika dihitung berdasarkan total pembagian dividen, nilai yang diterima investor setara hampir Rp100 per saham dengan estimasi dividend yield sekitar 7–8 persen. Menurut analis, kombinasi fundamental yang kuat, profil dividen yang atraktif, serta dukungan likuiditas melalui kehadiran LP berpotensi membuat saham TUGU menjadi semakin menarik bagi investor dalam jangka menengah hingga panjang.
(Jakfar Shodik)

